“Seperti tantangan besar yang dihadapi oleh hampir semua mal-mal besar untuk mempertahankan usahanya, karena sekarang banyak orang yang suka memilih belanja online daripada harus jauh-jauh pergi ke mal,” ujar Joni.
Hal tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi ITS dalam melakukan kerja sama dengan Pemkab Sidoarjo. Dengan begitu, diharapkan terciptanya usaha-usaha kreatif baru bagi masyarakat di Tanggulangin.
Pada saat ini, sambung Joni, produk-produk kreatif asal Sidoarjo sudah mencapai cakupan pasar yang sangat luas bahkan sampai ke Amerika. Namun sayangnya, merek yang digunakan masih belum menggunakan merek sendiri.
ITS juga berpikir bahwa Tanggulangin memiliki potensi yang sangat besar untuk masuk ke pasar internasional. Namun yang menjadi hambatannya sekarang adalah akibat adanya bencana lumpur dan perubahan dalam berperilaku yang membuat seolah-olah kejayaan dari Tanggulangin sudah berlalu.












