Namun laporan tersebut mengatakan skor Indonesia tidak mengalami peningkatan signifikan dari tahun lalu. Indonesia yang berada di posisi nomor dua tahun lalu bisa naik peringkat karena Myanmar (yang sebelumnya diperingkat satu) mengalami penurunan drastis.
“Setelah krisis Rohingya mencapai puncaknya pada 2017 lalu, sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa krisis itu berkontribusi pada menurunnya keinginan dan kemampuan warga Myanmar untuk memberi,” tulis laporan tersebut.
Walau memberi gambaran umum soal tren kedermawanan global, indeks ini tidak bisa menjawab faktor apa yang menjadi pendorong kebaikan atau faktor penghalang yang harus diatasi untuk memperbaikinya.











