Bantuan penyelaman juga didatangkan dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan bantuan dari para anggota Polri.
Penyelaman dilakukan di kedalaman 30-35 meter. Rata-rata dalam laut di sekitar lokasi memang ada di kisaran tersebut.
Cuaca yang berawan dan arus laut yang tidak terlalu kencang memungkinkan penyelaman dilakukan di area yang diperkirakan lokasi jatuhnya pesawat.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian bawah laut, tim penyelam tak melihat tanda-tanda badan pesawat. Hingga Senin petang, penyelaman dihentikan karena langit mulai menggelap, jarak pandang di bawah laut sangat terbatas.
Basarnas memprediksi banyak korban yang masih berada di badan pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Sebab, hingga Senin malam tim belum juga menemukan jenazah utuh para korban.
Meski demikian, kerja tim SAR gabungan tak dihentikan. Pencarian korban dan badan pesawat terus dilanjutkan 24 jam.(kc/rur)











