18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai USD 248 juta.
19. Kerja sama lindung nilai nilai tukar berbasis syariah senilai USD 128 juta antara Sarana Multi Infrastruktur dan Maybank.
Saat menyelenggaraan Pertemuan IMF-Bank Dunia, Indonesia tengah dilanda serangkaian musibah. Lombok dan Palu usai dilanda gempa dan sedang dalam masa pemulihan. Bantuan secara sukarela pun mengalir dari para delegasi.
Para staf maupun manajemen Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan donasi senilai Rp 2 miliar untuk penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan organisasi kemanusiaan lainnya dalam acara yang berlangsung di Lombok pada Senin lalu.
Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand – BoT) juga menyerahkan bantuan untuk korban bencana alam di Indonesia. Bantuan tersebut merupakan sumbangan yang dikumpulkan dari pegawai BoT, sebagai bentuk simpati atas musibah yang dialami masyarakat Indonesia.
“Pengalaman tsunami di Thailand membuat kami memahami duka mendalam yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini,” kata Gubernur BOT Santiprabhob.
Pemerintah Jepang menyampaikan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah.
“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar rebuild. Karenanya diperlukan bantuan teknis untuk membangun Palu yang baru berdasarkan masterplan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Menteri PUPR Basuki.
Donasi Kopi
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mensponsori pengumpulan donasi bagi para korban bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat serta Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Donasi ini diselenggarakan dengan menjadikan kopi sebagai medianya. Setiap kopi yang bernilai Rp 100 ribu disajikan gratis kepada seluruh peserta pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia.
“Iya, betul, dari penyelenggaraan selama satu minggu hasilnya segitu (Rp 1.092.700.000),” kata Kepala Task Force IMF-WB Annual Meeting 2018 Peter Jacobs.
Perolehan total dana yang sudah terkumpul, berasal dari 10.927 gelas kopi yang dikonsumsi para peserta Pertemuan IMF-Bank Dunia.
Peter Jacobs mengatakan donasi ini bukan inisiatif dari Indonesia, melainkan dari para peserta itu sendiri.
“Soal Palu negara-negara ini punya concern besar. Jadi mereka juga lihat Indonesia ini negara besar, negara yang mampu meng-handle acara sebesar ini di tengah situasi yang memang sedang banyak masalah. Gempa di Lombok dan juga gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Jadi para peserta sendiri merasa juga ada keterpanggilan untuk memberikan,” kata Peter.(rur)



