Kapolres Probolinggo AKBP Fadli Samad menyampaikan, saat penangkapan pelaku sempat melakukan perlawanan, polisi terpaksa menghadiai tima panas di kaki nya setelah tembakan peringatan tak gubris oleh pelaku.
“Untuk pelaku Kamaludin ini, saat hendak kami tangkap, melakukan perlawanan. Jadi, kami tembak usai kami lakukan tembakan peringatan,” kata mantan Kapolres Tuban tersebut.
“Ini masuk pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan,” lanjutnya.
Adapun motif kedua pelaku tega menghabisi Arf (16), Kepada penyidik dua pelaku itu mengaku bahwa pembunuhan itu dipicu persoalan asmara.












