Ia adalah Dr Ir Amien Widodo MSi, dosen Teknik Geofisika ITS. Ia menjelaskan, penelitian ini didasarkan pada penemuan adanya dua patahan aktif yang melewati Kota Surabaya yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) awal September tahun lalu.
Kedua patahan itu yakni patahan Surabaya dan patahan Waru. Patahan Surabaya meliputi kawasan Keputih hingga Cerme. Sedangkan patahan Waru yang lebih panjang lagi melewati Rungkut, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Saradan, bahkan sampai Cepu. “Dengan adanya data seperti ini, kita harus memetakan dampak akibat gempa yang dihasilkan,” ungkapnya, dalam siaran pers yang ditera media ini, Jumat (12/10/18).












