
Surabaya, cakrawalanews.co – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini rasanya tepat menggambarkan perjalanan Siti Nur Lestari, drg. SpKGA, dokter gigi spesialis gigi anak di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya, yang menggeluti dunia batik. Lahir dan tumbuh di lingkungan industri batik Solo, Lestari memiliki bakat mendesain batik. Lahir di kota Solo 53 tahun silam, ia merupakan anak ke 7 dari 10 bersaudara pasangan pengusaha batik tulis di Solo. Tidak hanya proses pembuatan, bahkan ilmu tentang pemasarannya ia peroleh dan pelajari langsung dari kedua orang tuanya.
“Waktu kecil saya pernah juga ikut ibu jualan batik di Pasar Klewer, tapi karena sering lihat pembeli yang membongkar-bongkar dagangan ibu saya dan kemudian tidak jadi beli, lambat laun membuat saya kesal dan tidak mau lagi ikut ibu jualan. Saya akhirnya pilih di rumah lihat bapak membatik,” kisahnya seraya tergelak.
Hampir setiap hari melihat sang bapak dan pengrajin lainnya membatik, membuat Lestari mampu belajar dan mengerti setiap detil proses pembuatan batik tulis. Menekuni profesi sebagai dokter gigi sejak 1989, tidak lantas membuat Lestari jauh dari jangkauan daya ‘magis’ batik yang sudah melingkupinya semenjak kecil. Keinginannya untuk membuat karya batik yang disukai dan dipakai banyak orang tetap terpelihara.












