Ditanyaalasan kenapa memilih jalur transportasi laut, Eddy menuturkan, dipilihnya jalurlaut karena saat ini untuk pengiriman barang bantuan menggunakan jalur udara, seperti melalui pesawat Hercules dianggapsudah penuh. Kendati demikian, pihaknya kemudian memilih jalur laut sebagai alternatif pengiriman barang bantuan.
“Adanya juga alternatif melalui Kantor Pos. Namunkalau kita lewat pos, harus packing dulu beratnya sekitar 30 kilogram, nah ini kan barang-barang kita ndak bisa kita pilah,” tuturnya.
Eddymengungkapkan bantuan berupa barang yang akan dikirim tahap pertama tersebut,terdiri dari beras 5 ton, mie instan 2000 dus, obat-obatan, genset 10 unit 4500volt, gergaji senso dua unit, roti kering/biskuit 1000 box, pembalut wanita, sarung,kaos baru, susu balita, 200 lembar kain kafan, 200 kantong jenazah, dan tendadua unit.
“Untukdistribusi di sana, nanti kita koordinasikan dengan BPBD (Badan PenanggulanganBencana Daerah) Kota Palu,” ujar mantan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahandan Otonomi Daerah ini.



