“Kami akan tetap jaga di sekitar itu. Kalau ada dinamika nilai tukar yang mengubah nilai nominal terutama utang luar negeri nanti kita akan adjust,” ujar Sri Mulyani, seperti dikutip dari Liputan6, Senin (24/9/2018).
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah selalu merespons potensi kenaikan utang dengan hati-hati. Di antaranya, menjaga defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) serta keseimbangan primer tetap positif.
“Posisi (utang) nya tidak selalu satu fix. Tetapi kalau kita lihat dari sisi APBN defisit terus menurun, kemudian primary balance masih tetap positif sampai akhir Agustus menggambarkan kita merespons dengan kehati-hatian. Jadi tidak hanya direspons dari satu sisi,” ujar dia.(rur)












