Sempat terkendala lamanya pengumpulan data, Hanna menyebarkan 43 titik observasi di sepanjang area studi dengan jarak 20 kilometer antar titik. Titik-titik tersebut akan dianalisa potensi energinya berdasar nilai minimum yang dibutuhkan, yaitu rentang pasut sebesar dua meter, kecepatan arus 0,5 m/s, dan ketinggian gelombang 1,6 meter. “Setelah itu baru ditambahkan parameter analisa spasial di mana titik tersebut dianggap potensial jika berjarak maksimal lima kilometer dari akses jalan terdekat,” papar mahasiswa kelahiran 1995 itu. (jn/mad)
Hebat, Mahasiswa ITS Petakan Potensi Energi Laut di Indonesia
Sipro Cakrawala Post2 min baca












