Melalui Tugas Akhir (TA) yang berjudul Pemetaan Potensi Energi Laut di Pantai Selatan Pulau Jawa Menggunakan Pemodelan Hidrodinamika, Hanna menampilkan informasi terkait lokasi potensi energi laut yang ekonomis dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Selain melakukan analisa secara spasial, ia juga menampilkan estimasi besaran energi listrik yang tersedia di suatu daerah. “Apalagi Indonesia adalah negara maritim, tentunya memiliki potensi kelautan yang besar,” ungkapnya, di Surabaya, Selasa (18/9).
Lebih lanjut, Hanna menuturkan, data lapangan seperti angin dan pasang surut digunakan sebagai parameter untuk pemodelan hidrodinamika miliknya. Dari sini akan dihitung rentang pasang surut (pasut), ketinggian gelombang, dan kecepatan arus. “Kemudian dilakukan analisa terkait besar kecilnya tingkat kesalahan yang dihasilkan dari model tersebut, jika tingkat kesalahannya kecil maka model dianggap sudah mewakili kondisi yang sebenarnya di lapangan,” jelasnya.












