“Giat perubahan iklim, baik itu adaptasi dan mitigasi, dengan tujuan wujudkan kampung hijau bersih dan indah dengan sasaran kelurahan di kota probolinggo berharap semua berpartisipasi,” harapnya.
Indikator dalam lomba Kahbi antara lain, kelembagaan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah, tempat sampah tidak harus mahal atau bagus, minim ada 2 basah dan kering, selanjutnya pengelolaan SDA.
Sementara itu Kepala DLH Budi Krisyanto menegaskan, untuk mengikuti lomba ini masyarakat harus menerapkan salah satunya 3R (reuse, reduce, recycle,) masyarakat setor ke bank sampah, dan pengomposan setelah dikelurahan, sesuai intruksi walikota, terakir ada himbauan untuk warga agar tak membakar sampah, warga harus siapkan bank sampah.



