Salah satu jenis bawang putih lokal yang cocok dikembangkan karena produktivitasnya tinggi, demikian keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Senin (10/9/2018), adalah Tawangmangu baru (TMB). Varietas tersebut awalnya berkembang dari kawasan penghasil sayuran di daerah Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah. TMB resmi terdaftar di Kementerian Pertanian sejak 1 November 1989. Varietas tersebut banyak ditanam di daerah Tegal, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Magelang, Magetan dan Karanganyar sendiri.
“Hasil panen bawang putih Tawangmangu Baru sangat baik, umbinya besar-besar, pertumbuhan bagus dan batangnya kokoh. Kalau jenis ini dikembangkan luas, kita makin optimis swasembada bawang putih tercapai tahun 2021,” ujar Prihasto Setyanto, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, saat melakukan kunjungan kerja monitoring tanam bawang putih kerjasama kelompoktani dengan importir di Dusun Pancot, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Sabtu (8/9).
Diidampingi Kasubdit Bawang, Agung Sunusi, dan pejabat dinas pertanian setempat, Prihasto menyatakan selain produktivitas tinggi TMB juga punya beberapa keunggulan. Jenis bawang putih ini bisa dipanen pada umur 110 hingga 140 hari. Tinggi tanaman bisa mencapai 60 sampai 80 cm. Sesuai ditanam di lahan berketinggian diatas 1.000 mdpl. Siungnya berwarna putih keunguan. Aromanya sangat kuat sehingga cocok untuk bumbu masakan.












