Menurutnya, keberadaan BLK Komunitas di pesantren dapat mengatasi gap antara kebutuhan di pasar kerja dengan alumni-alumni di pesantren sehingga di masa depan semakin kuat dan berperan dalam mengatasi kesenjangan dan kemiskinan.
Menaker menuturkan membangun model workshop (BLK Komunitas) menjadi lebih cepat karena semester kedua sudah bisa digunakan untuk melatih. “Kita harapkan dapat berjalan cepat. Kalau ada keterlambatan, tahun kedua sudah bisa langsung melatih dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, “ tandasnya. (jn)












