“Jenis tanaman yang kami tanam berbeda-beda. Tidak sama dengan tegakan sebelumnya yang kami remajakan. Hal ini sekali lagi tergantung permintaan pasar,” katanya.
Denaldy menjelaskan, Perhutani mulai menekuni bisnis agroforestry sebagai tambahan pemasukan dari perusahaan plat merah tersebut.
“Pendapatan bisnis agroforestry di Perhutani sampai dengan Agustus 2018 mencapai Rp27 milliar. Padahal pendapatan tahun lalu sampai dengan Desember hanya sebesar Rp9,8 milliar,” tuturnya.
Perhutani juga berupaya meningkatkan kesejahteraan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam program Perhutanan Sosial agroforestry. Dalam program tersebut, berbagai pemangku kepentingan terlibat mulai dari pemberian bimbingan teknis, subsidi bahan baku, pinjaman modal kerja sampai dengan jaminan pembelian yang menguntungkan petani.



