“Saya menyampaikan ucapa terima kasih yang sebesar besar nya kepada masyarakat Kota Probolinggo, mereka begitu antusias menyambut pagelaran Semipro yang ke 10 ini. Dan ini adalah bentuk dari kecinta an warga masyarakat kota Probolinggo, kalau bukan kita yang mencintai kota ini, siapa lagi yang akan mencintai,” jelasnya.
Rukmini melanjutkan, selain Thailand, water battle Probolinggo adalah satu-satunya yang ada di Indonesia, dan sekali lagi saya sampaikan ucapan terima kasih yang luar biasa atas partisipasi masyarakat kota Probolinggo atas suksesnya pagelaran ini, dengan mengucap Bismilah saya menyatakan water battle di mulai,” ucap Rukmini sambil mengangkat bendera start, tanda peserta mulai di lepas menuju garis finish.
Start dari depan Kantor Dinas Kesehatan (pukul 6 pagi) dan finish di depan kantor pemkot Probolinggo, di mana di sepanjang rute, panitia telah menyediakan tong berisi air untuk mengisi pistol air yang digunakan peserta.
Nampak di sepanjang jalan Suroyo berjubel penuh riang, saling serang antar peserta dengan pastol air yang sudah terisi air yang berwarna-warni, tak pelak kaos warnah putih yang di dapat dari panitia berubah menjadi rainbow.
Di tempat yang sama, ketua Panitia water battle Indi menyampaikan, tujuan dari permainan ini memberikan hiburan berbeda dari yang lain, sehingga masyarakat merasa antusias untuk ikut dan terhibur.
“Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-659, dan termasuk dalam rangkaian Semipro tahun 2018,” katanya.












