Di beberapa komponen, Soekarwo menyebutkan bahwa sudah ada subtitusi bahan industri. “Impor Jawa Timur baru dengan cara subtitusi. Pilihan Jatim menggerakkan Agro industri dan agribisnis karena memang bahan baku kita banyak dari impor,” tegasnya.
Dia mencontohkan, untuk bahan baku pupuk berupa fluida, Jatim masih menambah impor dari Laos. “Pada saatnya dolomite bagus untuk bahan bakar pupuk. Pada saatnya pemerintah juga akan menggantikan kepala sawit bisa jadi bahan bakar seperti bensin,” pungkasnya.












