Nicke memaparkan ketiga hal tersebut yang menjadi rencana jangka pendek yang harus dilakukan Pertamina hingga akhir tahun ini. Pertamina terutama diminta untuk mengurangi impor yang pada tahun ini kian meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama Januari-Juni 2018, khusus untuk impor migas sepanjang semester I 2018 tercatat mencapai 14,04 miliar dolar AS atau melonjak 20,82 persen dari posisi tahun lalu 11,62 miliar dolar AS.
Selain itu, di bawah kepemimpinannya, Nicke juga akan merealisasikan pembangunan kilang. Saat ini Pertamina tengah mengerjakan enam proyek pembangunan kilang.
Proyek tersebut terdiri dari pembangunan empat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek pengembangan kilang di Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai, serta dua proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru di Tuban dan Bontang.
Kemudian, rencana ketiga dalam waktu dekat Pertamina akan melaksanakan mandatori biodiesel B20. Pertamina akan melakukan penjualan Biodiesel dengan kandungan bahan bakar nabati 20 persen di SPBU-SPBU Pertamina.












