“Jadi, kami langsung berangkat hari ini (Kamis,23/8/2018) untuk bertemu dengan BWI dan menerima keputusan bersejarah ini. Ketua Umum BWI itu adalah M. Nuh yang juga mantan Menteri Pendidikan,” ujarnya.
Dengan keputusan ini, maka sah sudah UNAIR menjadi Perguruan Tinggi pertama yang disetujui menjadi Nazhir Wakaf atau pengelola wakaf. Hal yang belum dicapai oleh UI, ITB, UGM ataupun kampus-kampus lain.
Dengan status baru itu, mulai saat ini UNAIR sudah langsung bisa mengelola dana wakaf yang diterima. Dengan ini UNAIR sudah bisa menerima donasi cash waqaf (wakaf uang).
Saya berharap target UNAIR masuk 500 world class university (WCU) dapat di-support dengan dana wakaf. Dengan ditunjang UNAIR sebagai perguruan tinggi pertama sebagai nazhir/pengelola wakaf semakin bisa dipercaya alumni dan stakeholder lainnya untuk berwakaf ke UNAIR. Khususnya mendukung pendidikan.
Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazir BWI Hendri Tanjung turut mengungkapkan harapan yang sangat besar dengan ditunjuknya UNAIR sebagai universitas pengelola wakaf yang pertama. Berikut beberapa pernyataannya:












