Pakde Karwo, sapaan akrabnya, memaparkan pada Idul Adha tahun lalu hewan kurban sapi dari masyarakat yang diserahkan ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya untuk disembelih berjumlah 16 ekor. Tahun ini bertambah menjadi 23 ekor.
“Pembagian daging kurbannya diserahkan kepada petugas di kelurahan sekitarnya, berdasarkan daftar Keluarga Miskin. Itu berlaku di semua daerah wilayah Jatim, tak cuma bagi warga penerima daging kurban di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya saja,” katanya.
Meningkatnya jumlah kurban itu, menurut dia, dikarenakan wilayah Jatim memang surplus daging, selain peternakan sapinya juga berlimpah.
“Di Jatim ada 4,5 juta ekor sapi, yang betina jumlahnya 1.250.000. Sementara kebutuhan daging di Jatim 450 ribu ton per tahun dan kita kelebihan 22 ribu ton yang dibagikan ke daerah-daerah di provinsi lain,” katanya.



