Selain stres akut, dr Andri menyebut korban gempa Lombok juga berisiko mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan bisa ditandai dengan rasa was-was terus menerus, jantung berdebar hingga rasa khawatir yang memuncak.
Bukan tak mungkin, korban gempa Lombok juga terjebak dalam pengalaman buruk terkait gempa. Hal ini dikatakan dr Andri sebagai pengalaman ulang kembali atau re-experience.












