“Asian Games ke-18 ini juga membuat sejarah baru di mana tim Korea Utara dan tim Korea Selatan melebur menjadi satu tim. Kontingen Kuwait yang harus menerima sanksi dan berada di bawah bendera independen selama beberapa tahun, sekarang dapat mengikuti kejuaraan dengan mengibarkan bendera mereka sendiri dan lagu kebangsaan mereka,” kata Syeikh Ahmad.
Syeikh Ahmad menyampaikan terimakasih kepada bangsa Indonesia serta kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah mewujudkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games.
“Kami juga berterimakasih kepada lebih dari 30 ribu sukarelawan yang telah mewujudkan penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga ini. Kami tidak dapat melakukannya tanpa dukungan kalian. Terimakasih untuk waktu dan kontribusi demi kejayaan Indonesia,” katanya.
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018, Erick Thohir, dalam sambutan upacara pembukaan, menyampaikan bahwa bangsa Asia merupakan bangsa yang mencintai keharmonisan dan perdamaian. Bahkan, ia menilai, bahwa Asian Games 2018 adalah perayaan perbedaan dan keberagaman.












