‘’Tidak hanya tanaga dari kesehatan dan sekolah saja yang dilibatkan. Dinkes Jatim juga melibatkan 5 orang (Diluar tenaga kesehatan dan sekolah, red) yang dinilai ahli dalam melakukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat luas ,’’ ucapnya.
Lebih lanjut Ansarul mengatakan, untuk menghidari agar tidak terjadi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi KIPI saat pelaksanaan ORI Difteri, maka Pokja KIPI yang tersebar di 38 kabupaten/kota siap melakukan penanganan. ‘’Pokja KIPI ini diketuai oleh dokter spesialis anak, sehingga apabila terjadi KIPI akan cepat tertangani,’’ tegasnya. (DNA/GUS)












