
Surabaya, cakrawalapost.com – Batok (tempurung) kelapa di tangan tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) Malang, disulap menjadi pengawet alternatif yang dapat menghambat bakteri pada makanan, terutama ikan yang diawetkan.
Ketiga mahasiswa itu, adalah Dysa Nurrachma, Chusnul Liyah, dan Mahbubur Rahman. Dalam proses penelitian yang didanai Kemenristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) itu, mereka dibimbing dosen Dr hartati Kartikaningsih.
“Selama ini mayoritas masyarakat sering menggunakan formalin sebagai penghambat bakteri pada makanan, terlepas karena ketidaktahuan akan bahaya formalin atau karena ingin meraup untung yang sebesar-besarnya,” kata ketua tim peneliti alternatif pengawet formalin tersebut, Dysa Nurrahma di Malang, Jawa Timur, Jumat (3/8/2018).












