“Kami menganggap penting pelaksanaan Munas APTI yang akan dilaksanakan di Jatim. Munas ini penting selain merumuskan siapa yang menjadi pimpinan dari lembaga Munas ini juga harus membahas program yang manfaatnya akan dirasakan oleh petani tembakau,” ujarnya.
Kunjungan APTI ke Grahadi ini, tambah Pakde Karwo diharapkan untuk dapat menginventarisi permasalahan yang akan terjadi. Jika terdapat permasalahan yang terjadi pada sektor regulasi, pemerintah berhak untuk mengintervensi dengan memberikan subsidi. Subsidi tidak diperbolehkan pada pasar bebas, akan tetapi jika pemerintah memberikan subsidi yang diperuntukkan bagi perlindungan konsumen diperbolehkan.
Perlindungan konsumen yang akan dilakukan oleh Pemprov Jatim meliputi standarisasi hingga pemangkasan tata niaga yang panjang. Jika tata niaga dipotong, akan memberikan perlawanan terhadap produk tembakau dari luar.
“Saya yakin, harga bisa ditekan asalkan Gapoktan dan APTI bersama dengan pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk menata industrialisasi seperti ini,” tegasnya.












