Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, kondisi Adi akan dipantau secara intensif oleh tim dokter selama seminggu ke depan. Dia mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium sebenarnya normal. Nafsu makan Adi pun juga tidak ada yang aneh.
“Saat kita beri makan, selalu habis. Namun kami masih dalami apakah ada faktor penyakit lain yang menyebabkan berat badan Adi menurun drastis,” terangnya, Rabu (1/8/2018).
Sementara itu, Kabag Humas M. Fikser menampik bahwa kasus ini mencoreng Surabaya sebagai kota layak anak. Menurut dia, Pemerintah Kota Surabaya justru sangat perhatian terhadap tumbuh kembang anak.











