“Penyelenggaraan Semipro tahun ini beda dengan tahun kemarin, kalau yang kemarin kita mandiri dan saat ini kita libatkan EO yang sebenarnya, semoga berjalan dengan sukses dan pemilik Semipro menjadi puas artinya disini Masyarakat dan Pemerintah Kota,” paparnya.
Berkaca pada giat Semipro tahun-tahun lalu, Semipro tidak akan ramai jika tidak ada dangdut, dan sudah disampaikan ke EO harus ada dangdut, tidak mungkin ada gesekan saat dangdut berlangsung, itu hal yang biasa.
Tahun ini 2018 tema semipro mengambil, “Lestari Budayaku, Mendunia Kreasiku” logo semipro sama dengan tahun lalu, gambar kuda Jaran Bodhag sebagai ikon budaya tak benda Probolinggo. Filosofinya, bentuk jaran bodag dengan warna beragam simbolkan etnis di Probolinggo beragam, dan warna-warni tulisan banyak acara yang digelar dalam gelaran event Semipro.












