“Korban jiwa tidak ada, namun kerugian materiel akibat kebaran itu ditaksir sekitar Rp15 juta,” jelasnya.
Kasus kebakaran lahan tebu di Kecamatan Proppo, Pamekasan, kali ini bukan yang pertama kali.
Kasus serupa juga terjadi dua tahun lalu di Dusun Panenggin, Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Kala itu, kebakaran hebat lahan tebu menghanguskan lahan tebu seluas 3 hektare, akibat ada warga yang membuang puntung rokok secara sembarangan.
Sementara selama kurun waktu 2015 hingga 2018 ini, sudah terjadi sebanyak 15 kali kebaran lahan tebu di Pamekasan, tersebar di lima kecamatan yakni Kecamatan Proppo, Pamekasan, Pademawu, Larangan dan Kecamatan Galis. (Antara)



