Lebih lanjut Risma mengungkapkan, atas terselenggaranya acara “Surabaya Cross Culture International” yang ditutup pada Kamis (19/7/2018) malam, ke depan Surabaya bakal diundang oleh beberapa negara untuk pentas budaya pada September dan November 2018.
“Sedangkan, festival besarnya, juga akan diundang pada 2020. Tapi saya lupa kapan bulannya,” imbuhnya.
Sementara itu Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia Said Rachmat menilai Pemkot Surabaya sukses dalam menggelar acara “Surabaya Cross Culture Internlational”.
Hal Itu dibuktikan dengan hasil review kepada beberapa negara yang merasa bangga dan berbahagia mengikuti acara tersebut. “Kami sangat bangga dengan apa yang dilakukan Pemkot Surabaya,” kata Zaid.












