Kenaikan dan tidak stabilnya harga telur ayam ras juga disebabkan oleh tahun ajaran baru atau musim sekolah dimana masyarakat masih fokus pada biaya masuk sekolah dan membeli perlengkapannya. Sehingga berdampak pada daya beli menurun. Dengan agak turunnya daya beli, berdampak para pedagang juga takut sehingga mengurangi kulakannya atau pembeliannya.
Naiknya harga telur ayam ras juga dikarenakan program pemerintah bantuan pangan non tunai (BNPT) bagi masyarakat prasejahtera sudah mulai berjalan. Walaupun setiap warga miskin hanya mendapatkan 10-15 butir telur per bulan, jika dikalikan dengan warga miskin yang ada di Indonesia akan berpengaruh terhadap perkembangan harga pasar telur.












