“Kami berharap, kami berdoa bisa berjalan dengan baik. Kegagalan yang dulu tidak terjadi lagi. Insyaallah ke depan ini lebih baik, bermanfaat bagi masyarakat Pamekasan-Probolinggo, silaturahmi semakin erat , perekonomian dan pariwisata dapat berkembang lagi,” tutur Sumadi.
Mantan Camat Mayangan ini mengacungi jempol semangat Dishub Provinsi Jawa Timur dan owner Srikandi Marina dalam mengembangkan potensi trayek yang ada. Meski tidak punya kewenangan, Dishub Kota Probolinggo akan melakukan pembinaan, siap mendukung operasional dengan menyebarluaskan informasi keberadaan trayek kapal cepat ini.
Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Provinsi Jawa Timur, Nyono, menegaskan bahwa pengoperasian trayek lintas pelayaran Pamekasan-Probolinggo merupakan program inovasi di bidangnya. Dishub Provinsi Jatim menyediakan pelayaran kapal cepat dengan harapan muncul pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat karena mobilitas masyarakat tidak terhambat.
Nyono menceritakan, dengan trayek ini ia ingin memberikan transportasi yang mudah bagi warga Pamekasan yang punya anak sedang mondok di daerah Probolinggo, Pasuruan, Situbondo atau daerah sekitarnya.
“Kami mencoba pangsa pasar itu. Karena dari pada harus memutar ke Surabaya masih butuh waktu beberapa jam. Kalau kapal cepat hanya 1,5 jam saja ke Probolinggo,” terangnya.
Sedangkan warga di Probolinggo dapat memanfaatkan kapal cepat untuk berkunjung ke Madura.












