Jawa Timur, tahun 2015 ini telah memperoleh penghargaan Tingkat Nasional untuk bidang kesehatan, yakni dalam system pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu, kalau perawat adalah pekerjaan profesi maka satu hal yang sangat penting dan harus bisa diberikan dan dilakukan oleh seorang perawat adalah bekerja dengan sepenuh hati dan ihklas. Sebab, menjadi perawat adalah pilihan dan pilihan itu adalah pengabdian. Oleh karena itu, lebarkan relasi dan sayapmu untuk membatu dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat guna meningkatkan derajad kesehatan dengan ilmu yang telah kita miliki.
Di Jatim, tambah Pakde Karwo, jumlah keseluruhan perawat sekitar 51 ribu, dari jumlah tersebut sekitar 10 perawat ada di Surabaya. Sedang yang 41 ribu perawat lainnya tersebar diseluruh Kab/Kota se Jatim, untuk itu penempatan perawat tidak bisa merata bahkan ada beberapa Kabupaten yang masih kekurangan perawat.
Sebagai gambaran mayor dan minor tentang posisi kesehatan di Jatim, luas jatim 47.157 Km, terbagi menjadi 38 Kab/Kota yaitu 29 kab dan 9 Kota dengan 664 kecamatan serta 851 Desa dan 2551 kelurahan. Dengan jumlah desa serta kelurahan dan kecamatan tersebut, Masyarakat yang sakit untuk menjangkau ke Puskesmas tentu sajajauh bahkan ada yang sangat jauh. Oleh karena itu, Pemprov. Jatim membuat kebijakan membangun Ponkesdes serta Polindes sebagai basis dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok sekalipun.



