Budi Handaka saat gelar buka puasa menyikapi tentang peristiwa pengeboman dan terorisme pihaknya menekankan pentingnya pencegahan dini terkait paham radikalisme. Dimulai dari keluarga, lingkungan, perangkat hingga pemerintah.
Dalam sambutannya ketua Kejaksaan Negeri Sidoarjo Budi Handaka mengaku prihatin dengan kondisi paham radikalisme yang sudah merebak ke jaringan masyarakat.
Bukan tidak mungkin, insiden aksi teror di beberapa gereja Surabaya dan di kabupaten Sidoarjo membuat sejumlah kalangan resah.
Menurutnya, aksi terorisme dengan melibatkan keluarga termasuk anak-anak, tidak dibenarkan. Terlebih, agama apapun juga tidak pernah mengajarkan bom bunuh diri.












