Awak media turut menyampaikan persoalan pelanggaran di jalur satu arah yang masih terjadi di Kota Tegal.
Christian menjelaskan, kepolisian mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mendukung penindakan pelanggaran.
Ia juga mengajak awak media berbagi informasi mengenai titik rawan pelanggaran sebagai bahan evaluasi pengaturan lalu lintas dan penindakan di lapangan.
Menurutnya, penegakan hukum harus tetap berjalan sesuai ketentuan. Namun, keselamatan pengguna jalan dan pendekatan humanis juga perlu diutamakan.
Melalui pertemuan tersebut, Christian berharap kemitraan dengan insan pers terus terjaga.
Ia menegaskan, kritik dan masukan media menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan tugas kepolisian serta pelayanan kepada masyarakat. (*)




