Ia meninggalkan lapangan sepak bola untuk ikut mempertahankan Surabaya. Cerita ini menunjukkan bahwa perjuangan bisa dilakukan siapa saja, dari berbagai latar belakang.
“Perjuangan Soegiarto menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Setiap orang memiliki peran dalam perjuangan, sesuai dengan kemampuan dan keadaan pada masanya,” jelasnya.
Sepanjang rute sekitar 2,5 kilometer, masyarakat juga dapat menyaksikan sejumlah adegan bersejarah.
Di perempatan gedung eks-Siola akan ditampilkan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP).
Kisah pertempuran di kawasan Tunjungan turut diangkat. Sementara itu, di depan Hotel Majapahit akan digelar prosesi penghormatan kepada bendera Merah Putih.
Rangkaian pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan perjuangan arek-arek Suroboyo, mulai dari perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.
Atraksi pertempuran juga disiapkan di titik akhir parade.
Sekitar 2.150 peserta akan terlibat dalam kegiatan ini.




