“Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa,” imbuhnya.
Menurut Herry, semangat “Suroboyo Wani” juga relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Keberanian tidak hanya berarti mengangkat senjata, tetapi juga diwujudkan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, budaya, olahraga, dan kepedulian terhadap sesama.
“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” katanya.
Herry berharap parade ini menjadi ruang kebersamaan lintas generasi sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
Ia mengajak masyarakat datang bersama keluarga untuk menyaksikan rangkaian teatrikal dan mengenal lebih dekat kisah perjuangan para pahlawan.
“Mari datang bersama keluarga, ajak anak-anak dan generasi muda untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2026. Kita ramaikan Surabaya, kita kenang jasa para pahlawan, dan kita buktikan bahwa semangat Suroboyo Wani tetap menyala dalam diri masyarakat,” pungkasnya. (*)




