Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Febryan Kiswanto, memaparkan sejumlah kegiatan yang telah digelar dalam rangka HUT ke-66.
Di antaranya renovasi jamban di 10 titik wilayah Kecamatan Wonokromo, pengecatan makam pahlawan, santunan untuk 66 anak yatim, dan kompetisi e-sport.
Karang Taruna juga menjalankan Muda Bisa Akademi sebagai wadah bagi pemuda untuk mengembangkan keterampilan nonteknis atau soft skill.
Program ini diharapkan membantu mereka lebih mandiri sekaligus mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Di puncak HUT Ke-66 Tahun Karang Taruna sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Kota Surabaya ingin menunjukkan bahwa anak muda Surabaya itu bisa mandiri dan tetap bisa mengabdi. Dua poin mandiri dan mengabdi itu ingin kita hadir di seluruh Karang Taruna Kota Surabaya supaya Karang Taruna memiliki jiwa kemandirian dan kewirausahaan melalui dana Gen Z,” kata Febryan.
Penghargaan juga diberikan kepada Karang Taruna tingkat kecamatan, kelurahan, RW, dan RT.
Febryan menegaskan, setiap kontribusi layak diapresiasi agar para pemuda tetap bersemangat menjalankan kegiatan di wilayah masing-masing.
“Sekecil apapun kontribusinya kami memberikan apresiasi, supaya teman-teman tetap semangat dalam berkontribusi di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Ke depan, Karang Taruna Surabaya diharapkan bisa menjadi mentor bagi kelompok di tingkat kecamatan hingga RT dan RW.
Penguatan kapasitas pemuda menjadi salah satu bekal untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita sadar bahwa kemudian kita sedang menuju Indonesia emas 2045, maka yang kita siapkan adalah SDM unggul. Muda Bisa Akademi ini memfasilitasi teman-teman Karang Taruna untuk bisa kemudian meningkatkan soft skill-nya sebagai Karang Taruna dan pemuda Kota Surabaya,” pungkasnya. (*)



