Alex Martins dipercaya menjadi eksekutor. Namun, tendangan pertamanya berhasil dibaca kiper PSM.
Wasit kemudian memutuskan penalti harus diulang karena penjaga gawang tuan rumah dinilai bergerak lebih dahulu sebelum tendangan dilakukan.
Kesempatan kedua ternyata berakhir sama. Sepakan Alex kembali mampu diantisipasi kiper PSM. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan pun terbuang.
“Kami juga mendapatkan kesempatan melalui tendangan penalti, tetapi sayangnya gagal mencetak gol,” ungkap Coach Tavares.
Kegagalan tersebut membuat Persebaya tak mampu menghindari kekalahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan PSM Makassar.
Hasil di Parepare menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya.
Efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi di lini belakang perlu diperbaiki agar kesalahan tidak kembali berujung kerugian.
Di sisi lain, tim juga harus lebih tenang ketika mendapatkan peluang penting, terutama dalam situasi yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Tavares menyadari hasil pertandingan tidak bisa diubah.
Karena itu, ia meminta para pemain mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut dan segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya.




