Kondisi panas tersebut masih berpotensi berlangsung di sejumlah wilayah.
Dr Suko mengimbau masyarakat melakukan mitigasi secara mandiri.
Menjaga kecukupan cairan, beristirahat ketika tubuh mulai lelah, serta menghindari aktivitas berlebihan saat kondisi sangat panas menjadi bagian penting dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Namun, menjaga emosi juga tak kalah penting.
Situasi tubuh yang tidak nyaman sebaiknya tidak menjadi alasan untuk melampiaskan kemarahan kepada orang lain, baik di lingkungan keluarga, kampus, tempat kerja maupun ruang publik.
“Mari kita tingkatkan rasa sabar dan saling pengertian. Di tengah situasi yang melelahkan akibat cuaca ekstrem, tidak semua perbedaan pendapat atau kesalahan kecil harus direspons dengan kemarahan,” pungkasnya. (*)



