Berdasarkan data BMKG Jawa Timur pada Jumat (16/10/2026), jumlah titik panas meningkat dari 438 menjadi 634 titik atau naik sekitar 44,7 persen. Sebanyak 518 titik masuk kategori kepercayaan sedang, 53 titik kategori tinggi, dan 63 titik kategori rendah.
Bondowoso mencatat titik panas terbanyak dengan 153 titik, disusul Probolinggo 123 titik, Mojokerto 84 titik, Jember 62 titik, dan Lumajang 32 titik. Kelima daerah tersebut menyumbang 454 titik atau sekitar 71,6 persen dari total deteksi.
Eddy meminta Pemprov Jatim berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, Dinas Kehutanan, BMKG, dan pengelola kawasan hutan untuk memverifikasi titik panas sebelum menentukan langkah penanganan.



