Cakrawala Surabaya

Gerakan Indonesia ASRI, Cak Yebe Fasilitasi Urban Farming Warga Surabaya

×

Gerakan Indonesia ASRI, Cak Yebe Fasilitasi Urban Farming Warga Surabaya

Sebarkan artikel ini
Asri
Bendahara DPC Gerindra Surabaya Yona Bagus Widyatmoko di Gerakan Indonesia ASRI.

Di sisi lain, lahan terbatas di kawasan perkotaan juga dinilai bukan menjadi penghalang bagi warga untuk bercocok tanam.

Pekarangan, pot, hingga ruang kosong di lingkungan permukiman dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman produktif.

“Pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari rumah tangga. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau tanaman produktif,” kata mahasiswa doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.

Cak Yebe menilai pengelolaan sampah dan urban farming justru bisa berjalan beriringan.

Kompos yang dihasilkan dari sampah organik dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman, sementara sampah anorganik seperti botol plastik dan kemasan dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah.

Konsep tersebut, lanjut dia, tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan.

Jika dilakukan secara konsisten, pengelolaan sampah dan pertanian perkotaan juga dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Warga dapat menanam berbagai komoditas sederhana seperti cabai dan sayuran di lahan yang tersedia.

Hasilnya bisa dikonsumsi sendiri untuk mengurangi kebutuhan belanja rumah tangga maupun dijual apabila produksinya berlebih.

“Kalau sampah dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya lingkungan menjadi bersih. Sampah organik bisa menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang dipilah dapat memiliki nilai jual, dan hasil urban farming bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menambah pendapatan warga,” ujar Cak Yebe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *