Interaksi tersebut kemudian berlanjut dalam sesi pembelajaran bersama yang melibatkan siswa dan guru dari kedua institusi pendidikan.
Melalui pembelajaran bersama, siswa mendapatkan pengalaman untuk berkomunikasi dengan teman baru, bekerja dalam kelompok, serta belajar menghargai perbedaan.
Sementara bagi guru, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pendekatan pembelajaran yang diterapkan sekolah lain.
Kepala MI Unggulan Sabilillah Lamongan, Ustazah Uswatun Hasanah, M.A., mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa maupun guru.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas, bertemu teman-teman baru, serta belajar menghargai perbedaan dan bekerja sama. Bagi guru, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik, memperoleh inspirasi, dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Yayasan Al Muslim, Ahmad Fahrizal Rahman, S.T., M.Pd. Ia menilai pertemuan antarsekolah dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, interaksi, dan kolaborasi. Pertemuan antarsekolah seperti ini memberikan manfaat bagi siswa untuk memperluas wawasan dan membangun karakter, sekaligus membuka ruang bagi para guru untuk saling belajar dan mengembangkan kualitas pembelajaran,” tuturnya.



