Dari proses tersebut, dibuat dua varian sabun. Yakni varian bunga telang dan daun pandan. Sementara jeruk nipis digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pengolahan.
Prosesnya juga relatif sederhana. Untuk menghasilkan sekitar 2,5 liter sabun, pengolahan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Peserta terlibat langsung dalam setiap tahap. Mulai dari mengenal bahan hingga memahami proses pengolahannya.
Sabun yang dihasilkan kemudian dikemas dalam botol berukuran sekitar 450-500 mililiter. Produk tersebut memiliki harga jual Rp7.000 per botol.
Pengolahan itu menjadi contoh bagaimana bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi produk rumah tangga. Selain memiliki fungsi, produk tersebut juga memiliki nilai jual.
Dosen pengampu Project Kepemimpinan, Yessi Budiarti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa untuk menerapkan kepemimpinan secara langsung di masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya belajar menyusun dan menjalankan program.
Mereka juga diajak melihat potensi yang ada di lingkungan masyarakat dan mengembangkannya menjadi kegiatan yang memberikan manfaat.
Kepala Desa Mataram Rahmat Riadi mengapresiasi kegiatan tersebut.



