Peserta yang mengalami gejala kemudian dibawa ke IGD RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Meski kejadian berlangsung dalam kegiatan yang digelar di lingkungan RSUD Dr. Soetomo, pihak rumah sakit dan FK Unair menegaskan makanan yang dikonsumsi peserta bukan berasal dari internal institusi.
Nasi kotak tersebut disediakan oleh penyedia katering dari luar.
Untuk memastikan penyebab kejadian, sampel makanan yang dikonsumsi peserta saat ini telah menjalani pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti munculnya gejala kesehatan yang dialami puluhan hingga ratusan peserta dan petugas.
Sementara itu, kegiatan PPDS untuk sementara diliburkan setelah munculnya dugaan keracunan tersebut.
Hingga kini, pemeriksaan laboratorium masih menjadi bagian penting dalam proses penelusuran untuk memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami peserta memang berkaitan dengan makanan dari nasi kotak yang dikonsumsi dalam kegiatan Pradik. (*)




