Peristiwa

Akhir September Surabaya Berpotensi Diterjang Rob, Pakar ITS Ungkap Titik Waspada

×

Akhir September Surabaya Berpotensi Diterjang Rob, Pakar ITS Ungkap Titik Waspada

Sebarkan artikel ini
Pakar
Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Muhammad Hafiizh Imaaduddiin ST MT menjelaskan bahwa Surabaya tidak bisa menghindari banjir namun bisa meminimalisir risiko.

“Sebagai daerah hilir pesisir, Surabaya tidak dapat menghindari potensi banjir rob sehingga perlu diantisipasi melalui pengelolaan drainase,” jelasnya.

Sejumlah kawasan terbangun, mulai dari permukiman, perkantoran hingga kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), turut menjadi bagian dari perubahan tata ruang kota yang memengaruhi ketersediaan area resapan.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya telah memiliki Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) sebagai salah satu instrumen dalam menangani persoalan sistem drainase perkotaan.

Bagi masyarakat, kesiapsiagaan dapat dilakukan tanpa menunggu air mulai menggenangi permukiman atau jalan.

Warga di kawasan yang berpotensi terdampak dapat mengamankan barang-barang penting ke lokasi yang lebih tinggi serta menyiapkan jalur alternatif apabila sejumlah ruas jalan mengalami genangan.

Langkah antisipasi tersebut tetap diperlukan meskipun pada akhirnya rob tidak terjadi.

Sebab, informasi mengenai pasang tinggi merupakan peringatan awal agar masyarakat memiliki waktu untuk mengurangi potensi kerugian.

“Persiapan sejak awal dapat membantu meminimalkan risiko dan dampak apabila pasang berkembang menjadi banjir rob,” pungkasnya.

Potensi rob di penghujung September ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan banjir perkotaan tidak hanya berkaitan dengan curah hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *