Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo mengatakan keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menangani TB.
“Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus mendukung skrining dan tracing kontak erat penderita TB bersama tenaga kesehatan. Melalui TOSS TB, kami berupaya memperkuat proses penemuan kontak erat agar masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dapat segera mendapatkan pelayanan dan penanganan,” ujar Kapolres Tegal.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat 6.034 penderita TB paru di Kabupaten Tegal.
Sekitar 65 persen di antaranya telah mendapatkan penanganan.
Skrining, pemeriksaan, pengobatan, dan tracing kontak erat terus dilakukan untuk memperluas penemuan kasus.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk menekan risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penanganan TB melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari Polri, Dinas Kesehatan, puskesmas, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Melalui peran Bhabinkamtibmas, proses tracing diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat.













