Konsep premium yang diusung, menurut perusahaan, tidak hanya berkaitan dengan desain dan fitur kendaraan, tetapi juga mencakup teknologi, proses produksi hingga pengalaman pengguna.
Dari sisi produksi, E5 Plus dibuat di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Serang, Banten.
Pabrik tersebut menerapkan konsep Manufacturing 4.0 dengan dukungan otomasi dan robotik pada sejumlah tahapan produksi.
DFSK menyebut tingkat otomasi di Stamping Workshop mencapai hingga 95 persen, sementara Painting Workshop mencapai hingga 90 persen.
Proses produksi juga dilengkapi integrated End-of-Line inspection dan final check dengan dukungan teknologi OTA.
Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta hingga Bali, DFSK menjadikan Bali sebagai salah satu bagian dari agenda pengenalan E5 Plus di pasar Indonesia.
Perusahaan menyebut karakter mobilitas Bali yang beragam menjadi salah satu pertimbangan untuk membawa kendaraan tersebut lebih dekat kepada konsumen.
Rangkaian perjalanan ini selanjutnya akan dilanjutkan dengan ekspansi E5 Plus ke sejumlah wilayah Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DFSK memperkenalkan kendaraan PHEV tersebut kepada pasar yang lebih luas. (*)



