“Awaalnya saya mendengar rumah sakit tersebut akan di bangun 7 lantai, namun disepakati 3 lantai,” katanya.
Sementara itu dr. Aminuddin pemilik RSIA Amanah mengungkapkan, “Pembangunan fisik sudah pasti menimbulkan kebisingan, namun ini hanya berjalan sekitar tiga bulan saja, terkait kebisingan karena pengecoran, itu tidak di lakukan setiap hari,” ujar Aminuddin.
Untuk rencana pembangunanya Aminuddin mengatakan, telah dilakukan analisis kebutuhan ruang. Termasuk penyediaan lahan parkir untuk kendaraan, sehingga akan di bangun 3 lantai. “Rencananya di lantai 1 sebagian akan digunakan untuk parkir, kami tidak mungkin membangun jumlah lantai sekian banyak, karena butuh modal besar. Membangun 1 lantai saja minimal Rp2,5 miliar,” jelasnya.
Mengenai adanya pembangunan nendela dibagian dinding yang berbatasan dengan rumah Yahya, dirinya menegaskan, “Jendela dibuat untuk keamanan pasien, namun jendela akan ditutup dengan kaca. Adanya jendela sebagai keamanan jika terjadi kebakaran ada pintu keluar, yaitu kaca tersebut,” jelasnya.
Aminuddin juga membantah ada pembakaran limbah medis. “Sekarang tidak boleh lagi membakar sampah medis . Harus melibatkan pihak ketiga, dan kami sudah melakukan itu. Sudah 1 tahun kami tidak membakar sampah medis,” lanjutnya.












