Lelaki yang dulunya menjadi muazin dan kemudian biasa kumpul-kumpul bersama warga itu dalam dua tiga tahun terakhir sudah berubah. “Dia tidak lagi mau ke masjid, apalagi adzan. Kalau kebetulan dia ke masjid untuk shalat Jumatan, jika bertemu dengan tetangga dan handai taulannya dulu, hanya diam,” ujar Ali yang tidak habis pikir atas perubahan sikap tetangganya itu.
Aktivitas Eko tiap hari hanya mengantar sekolah anaknya dan setelah itu mengurung diri dalam rumah. Menurut beberapa tetangganya, perubahan sikap Eko itu terjadi setelah ia keluar dari kerja di hotel dan kemudian sempat bekerja di Proyek Tunjungan Plasa 6.
Hingga Senin (21/5/2018) tadi pagi rumah Eko masih dipasangi garis polisi dan mendapat penjagaan dari jajaran Polsek Tegalsari serta petugas Linmas Pemkot Surabaya. (bs)












