Lanjutnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2026 mencapai 3,71 juta jiwa atau 9,06 persen dari total penduduk. Angka itu menurun dibandingkan September 2025 yang tercatat sekitar 3,80 juta jiwa.
“Penurunan ini patut diapresiasi, tetapi masih menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat belum selesai,” kata Wara yang juga ketua fraksi PDIP Jatim.
Selain itu, Renny menilai pemerintah perlu memperluas kesempatan kerja yang berkualitas. Meski tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur pada Februari 2026 turun menjadi 3,55 persen, proporsi pekerja formal baru mencapai 35,56 persen. “Yang dibutuhkan bukan hanya penurunan angka pengangguran, tetapi pekerjaan yang produktif, berpenghasilan layak, dan memiliki perlindungan,” ujarnya.



